Thursday, August 22, 2013

berkenaan puisi

Salah seorang poet yang aku suka ialah Sarah Kay, dan video beliau yg pertama aku tonton adalah "When Love Arrives" dimana beliau berkongsi pentas dengan Phil Kaye.

Tapi ini  tentang poem Sarah Kay yang kedua aku tonton, iaitu "The Worst Poetry". Rangkap terakhir dalam puisi itu berbunyi:-


"I sit down to write a poem, and the only thing in my head is you- and I don’t understand why you’re the worst thing that every happened to my poetry, if you’re the best that ever happened to me"


It's the other way round for me. You are the best thing that ever happened to my poetry....

Aku juga punya satu sumber inspirasi paling kuat untuk aku menulis. Kebanyakan puisi aku berinspirasikan sumber ini. Sayangnya sumber ini sudah mati buat aku. Sekarang aku buntu, sebab puisi aku mati bersama-sama dengan dia.

Patutkah aku isytiharkan diri ini mati juga?




Tuesday, August 13, 2013

Tunggul

Sesungguhnya kasih aku terhadap kamu
sudah rimbun kuat mengakar
Bisa kau tebang dahannya
Namun cinta sudah kukuh mencengkam tanah
Bisa kau bakar tunggul biar mati
Tapi akar itu kekal melingkar dalam hati

Monday, August 12, 2013

Bintang duka

Ingin saja aku lemparkan kesedihan
Pada hamparan langit hitam
Lalu menukarkan kesedihan itu dalam bentuk bintang
Akan aku biarkan ia berkerlipan terang
Buat tatapanmu yang tersayang
Bersama orang yang kau sayang
Menjadi hiburan dan petanda kasihmu berdua
Yang enak bercanda di sebalik duka
Seorang aku
Dan semakin merdu hilai tawamu
Semakin banyak bintang itu berkelip untukmu

Sunday, August 4, 2013

Bukan Istimewa

Ingin aku belah hati kamu
Dan lekatkan aku di satu sudut
Sudut kecil nan terhujung
Cukup
Asal ada aku dalam itu

Thursday, August 1, 2013

Monolog

Kenapa aku pilih puisi?

Sebab aku selalu rasa gagal dalam komunikasi terus. Sering saja ada yang tersalah dalam mentafsir maksud aku.

Sebab kadang apa yang aku ingin ungkapkan tiada dalam bentuk perkataan. Jadi aku luahkan dalam perumpamaan.

Sebab kadang aku malu untuk jujur. Tapi dengan puisi aku bisa jujur sedalamnya.

Kenapa anda pilih puisi?